asimilasi atau integrasi ?

23 Oct 2009

which-way-actually-smallAda dua pendapat klasik mengenai pemahaman Tionghoa,apakah lebih baik Asimilasi atau Integrasi ?

Contohnya pendukung Asimilasi mengatakan bahwa minoritas harus masuk ke mayoritas, agar dapat menjadi satu bangsa.dengan menghilangkan segala macam bentuk budaya minoritas, kawin campur, dll. Contoh negara yang menjalankan politik asimilasi adalah Thailand,Peru,Jepang, Filipina, Jerman, Spanyol, dan RRC jaman komunis garis keras.

Pendukung Integrasi mengatakan minoritas berhak mempertahankan budaya dan adat istiadatnya sendiri, namun tetap dalam naungan satu bangsa dan negara. Contoh negara yang menjalankan politik ini : Amerika Serikat, Australia, Inggris, lalu RRC jaman sekarang.

Sebenarnya sekarang bukan jamannya lagi mempertentangkan dua cara Asimilasi dan Integrasi sebagai usaha mencapai kehidupan harmonis didalam satu masyarakat Indonesia yang majemuk. Apalagi dipolitisasi sebagaimana ditahun 60-an itu menjadi, Asimilasi adalah politiknya LBKP yang didukung Angkatan Darat yang kanan, sedangkan Integrasi adalah politik BAPERKI yang didukung PKI. Mempertentangkan kedua cara tersebut secara antagonis akhirnya toh berakhir ricuh.

Asimilasi yang diterapkan oleh Pemerintah Orba membuat tokoh-tokoh Baperki di PKI-kan dan dijebloskan dalam penjara belasan tahun tanpa kejelasan apa kesalahannya. Artinya, kita sebagai generasi baru jangan lagi meneruskan kesalahan pandang atau sikap dimasa lalu itu lagi.

Masalah menggunakan nama, masalah kawin dengan siapa dan menentukan Agama yang dianut, sepenuhnya adalah pilihan pribadi seseorang yang mutlak harus dilindungi, tidak harus direcoki oleh siapapun, juga Pemerintah dimanapun. Tidak seharusnya membuat ketentuan bagi warga yang minoritas untuk merubah nama mereka, atau menganjurkan kawin silang dan pindah Agama dengan alasan mencapai kehidupan harmonis dengan yang mayoritas.

Biarlah masing-masing orang menentukan sendiri nama-nama yang disukai untuk anak-anak yang lahir, setelah dewasa menentukan sendiri jodoh yang dianggap paling cocok atas dasar percintaan yang tumbuh, begitu juga kedekatan setiap orang dengan Tuhan yang dipercaya dan dianutnya.

Setiap umat manusia yang hidup di dunia, hendaknya bisa saling menerima dan menghormati pilihan hidup yang diambil oleh setiap orang. Tidak mencela apalagi melecehkan dan menghina jalan pilihan hidup yang diambil seseorang.

Dan, yang lebih penting, bagi setiap Pemerintah hanya mengenal satu macam warganegara, bisa memperlakukan sama pada setiap warga, tidak membeda-bedakan warganya berdasarkan ras, suku, etnis dan Agama.Pemerintah juga tidak boleh membuat ketentuan dan kebijaksanaan yang berbau rasial, yang membeda-bedakan ras, suku, etnis dan Agama yang dianut warganya.

Maka, bagi sementara orang yang mengambil pilihan Asimilasi, dan merasa lebih nyaman dengan menghilangkan adat-budaya sukunya, mengganti nama yang sesuai dengan yang penduduk mayoritas, melangsungkan kawin campur dan bahkan pindah Agama yang dianut mayoritas, tidak perlu dicemoohkan, dilecehkan ,apalagi dihina.

Tetapi sebaliknya juga, bagi kebanyakan orang dari suku minoritas, yang masih ingin tetap menggunakan nama-nama, mempertahankan adat budaya dan kebiasaan suku dan etnisnya juga tidak boleh dipaksa untuk merubah atau meniadakannya.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post