Pesona Wisata di Kelenteng Tanjung Kait

24 Oct 2009

KELENTENG Tanjung Kait adalah salah satu obyek wisata sejarah yang terletak di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Kelenteng yang dibangun pada tahun 1792 M ini juga disebut sebagai Kelenteng Tjoe Soe Kong. Menurut masyarakat setempat, sejak tahun 1960 M banyak orang yang datang untuk sembahyang dan berdoa ke kelenteng ini, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Selain sebagai tempat sembahyang dan berdoa, Kelenteng ini juga dipercaya sebagai tempat yang tepat untuk meramal nasib. Pada zaman dulu, Kelenteng ini merupakan tempat berlindung masyarakat Banten ketika terjadi bencana letusan Gunung Krakatau yang menimbulkan gelombang tsunami.

Walaupun tidak jauh dari bibir pantai, Kelenteng ini terhindar dari terjangan gelombang tsunami itu. Karena sebagai tempat berlindung itulah, maka masyarakat Banten mengenang peristiwa itu dengan menetapkannya sebagai Kelenteng yang bersejarah. Oleh Pemerintah Provinsi Banten, Kelenteng ini ditetapkan sebagai cagar budaya yang harus dijaga dan dilindungi keberadaannya.

Kelenteng Tanjung Kait memiliki sumber mata air (sumur) yang telah berumur ratusan tahun dan merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya. Sumber mata air ini tidak habis airnya walaupun diambil secara terus menerus dalam jumlah yang besar.

Banyak pengunjung yang datang mengambil air sumur itu, karena dipercaya mengandung banyak berkah bagi yang menggunakannya. Selain keberadaan sumur tersebut, keistimewaan Kelenteng Tanjung Kait juga dapat dilihat dari gaya arsitekturnya. Keunikan itu terlihat pada dua buah bangunan seperti pagoda yang terdapat di depan bangunan utama Kelenteng, yang hampir mirip dengan menara Masjid Agung Banten.

Kelenteng Tanjung Kait terletak di Dusun Tanjung Anom, Desa Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia.

Untuk menuju lokasi Kelenteng ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun sarana angkutan umum. Bagi pengunjung yang menggunakan sarana angkutan umum, perjalanan dapat dimulai dari Terminal Serang. Dari Terminal Serang, pengunjung dapat naik bus jurusan Merak-Kalideres kemudian turun di Terminal Kalideres.

Dari Terminal Kalideres, perjalanan dilanjutkan dengan bus jurusan Tangerang-Kota Bumi dan turun di depan kompleks pemerintahan Kota Tangerang. Dari depan kompleks tersebut, pengunjung dapat naik taksi, mobil sewaan, atau angkutan kota untuk sampai di lokasi. Pengunjung yang ingin masuk ke area Kelenteng ini tidak dipungut biaya.

viharaKelenteng ini mempunyai halaman yang luas, sehingga pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dapat masuk dan parkir di halaman Kelenteng ini. Selain itu, di sekitar halaman Kelenteng ini juga banyak terdapat warung makan, pedagang kaki lima, dan warung telekomunikasi. Di area ini juga terdapat teras yang luas dan teduh.

Umumnya, para pengunjung memanfaatkan tempat ini untuk bersantai dengan menggelar tikar sebagai alas duduknya. Tak jauh dari area Kelenteng terdapat wisma penginapan, warung makan, dan lain-lain. Namun, jika pengunjung ingin fasilitas seperti hotel dan restoran, dapat datang ke kota Tangerang. Di kota ini banyak terdapat pilihan restoran dan hotel, mulai dari hotel kelas melati sampai berbintang.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post